PT. SUN STAR MOTOR SMG

Jl. Perintis Kemerdekaan 16 A, Banyumanik - SMG

Menu

Tips Mengendarai “Inreyen” Mobil Baru Beli

Tuesday, February 14th 2017.

Sebelumnya penulis ucapkan selamat kepada Anda yang telah memiliki mobil baru. Tentu saja mobil yang baru Anda beli tersebut belum terlalu banyak “menyicipi” jalanan. Dalam kondisi seperti ini, Anda harus berhati-hati dalam menggunakannya karena merupakan tahap perkenalan mobil atau yang biasa disebut dengan “inreyen”. Hal ini dimaksudkan agar masing-masing komponen mesin saling menyesuaikan antara yang satu dengan yang lainnya saat melakukan tugasnya masing-masing.

Meskipun banyak sebagian pendapat yang mengatakan jika mobil keluaran terbaru atau mobil baru keluar dari dealer telah dirancang dengan ketepatan yang sangat tinggi, tapi pada keadaan inreyen, komponen yang terbuat dari logam pada mesin mobil Anda masih belum terlumasi oli dengan baik. Jika komponen mesin mobil sudah terlumasi dengan baik, terutama bagian dinding tabung silinder dan piston, maka bisa mencegah terjadinya gesekan pada masing-masing komponen.

Selain itu, mobil baru yang masih inreyen langsung “disuruh” untuk bekerja keras, maka efeknya sangat tidak baik bagi mesin mobil. Oleh karena itu, Anda harus memperlakukannya dengan sangat hati-hati, terutama untuk mobil yang belum mencapai 3.000 km pertama. Hal ini sangat penting dilakukan agar tidak menimbulkan masalah atau gangguan pada mobil Anda di kemudian hari.

Nah, pada artikel berikut ini penulis akan mengulas bagaimana cara mengendarai yang tepat khusus untuk mobil baru agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Berikut ini tipsnya:

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah jangan memacu mobil Anda dengan kecepatan tinggi atau di atas 70 km/jam. Karena mesin baru masih memerlukan penyesuaian dan komponen-komponen mesin masih belum terlumasi dengan baik. Jika Anda memacu mobil dengan kecepatan melebihi angka tersebut di atas, maka putaran mesin atau rotasi mobil akan dipaksa untuk bekerja lebih cepat juga, sedangkan komponen-komponen mesin belum terlumasi dengan baik, sehingga menimbulkan gesekan-gesekan yang bisa menimbulkan “luka” pada komponen mesin tersebut. Hal yang demikian ini bisa menyebabkan kerusakan pada mesin mobil Anda. Sebaiknya usahakan untuk berkendara di bawah 60 km/jam.

Saat memacu mobil, sesuaikan kecepatan mobil Anda dengan gigi perseneling yang sesuai. Misalnya mobil Anda melaju dengan kecepatan 10-20 km/jam tapi gigi perseneling berada pada posisi tiga atau empat. Begitu juga sebaliknya, mobil Anda melaju dengan kecepatan 40-50 km/jam tapi gigi perseneling berada pada posisi satu atau dua. Hindari mengemudi seperti ini, karena akan menyebabkan komponen-komponen pada mesin mobil Anda menjadi cepat aus. Hal ini dikarenakan komponen mesin mobil “disuruh” bekerja cepat, namun mobil melaju di kecepatan rendah atau sebaliknya, mobil melaju dengan kecepatan tinggi tapi komponen mesin berputar di tingkat yang rendah.

Pada saat berkendara, usahakan untuk selalu menyesuaikan kecepatan dengan menggunakan berbagai variasi posisi gigi perseneling. Hal ini dimaksudkan agar setiap komponen mesin mobil bisa menyesuaikan dengan putaran saat melaju. Selain itu, juga agar masing-masing komponen mesin terlumasi dengan merata. Namun yang perlu diperhatikan adalah pastikan pada saat melakukan pergantian atau perpindahan gigi perseneling dengan lembut. Karena jika pada saat menginjak pedal gas dan kopling secara tiba-tiba atau mendadak, maka kerja putaran komponen mesin juga akan berubah seketika, tanpa melalui proses penyesuaian. Hal ini juga bisa menyebabkan mesin mobil Anda mudah rusak.

Sama halnya pada saat melakukan perpindahan atau pergantian gigi perseneling yang selembut mungkin, begitu juga pada saat melakukan pengereman. Usahakan hindari melakukan pengereman yang mendadak. Karena jika hal ini dilakukan maka proses perputaran komponen mesin yang sedang bekerja tiba-tiba akan terpaksa untuk berhenti. Hal ini akan berpotensi menyebabkan luka pada dinding tabung silinder akibat tergesek atau terpukul oleh komponen piston.

Setelah mobil baru Anda mencapai 1.000 km pertama, sebaiknya sesegera mungkin untuk mengganti minyak pelumasnya, baik pelumas mesin maupun pelumas perseneling. Dan jika mobil baru Anda sudah mencapai 3.000 km, sebaiknya juga segera melakukan perawatan di bengkel resminya, karena biasanya ada beberapa komponen mesin yang membutuhkan perawatan atau pemeriksaan, misalnya seperti memeriksa bagian mur dan baut yang bisa saja kendur setelah melakukan perjalanan.

Nah, itulah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan saat mengendarai “inreyen” mobil baru. Semoga dengan adanya artikel tersebut di atas bisa bermanfaat bagi Anda dan jangan lupa juga untuk selalu melakukan perawatan berkala agar performa mobil Anda tetap optimal.

Mobil Terbaru

Limited
Promo
Best Seller
Best Seller

Related Article Tips Mengendarai “Inreyen” Mobil Baru Beli

Friday 9 June 2017 | News & Info

Pada saat ini Anda tentu saja sudah tidak asing lagi dengan istilah smart key. Fitur smart key pada kendaraan ini biasanya melekat pada  mobil premium.…

Saturday 7 January 2017 | News & Info

4 Tips Perlakuan Terbaik Setelah Beli Mobil Baru Beli mobil baru adalah salah satu cara yang paling bagus dari pada beli mobil bekas. Namun harga…

Monday 24 July 2017 | News & Info

Jakarta – Mitsubishi merilis harga mobil MPV anyar mereka. Mobil dijual mulai Rp 189 juta sampai Rp 246 jutaan. Harga ini masih kisaran dengan 6 varian…

Please follow & like us :)

Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
http://mitsubishismg.com/tips-mengendarai-inreyen-mobil-baru-beli
Twitter
Visit Us